Pertemuan kesembilan, 3 November 2011
Bpk. Letjen. TNI (Marinir) Purn. H. Nono Sampono, S.Pi, M.Pi, Badan SAR Nasional, Calon Gubernur DKI Jakarta 2012
Indonesia
merupakan negara yang mempunyai harta kekayaan alam yang sangat
berlimpah. Namun, sangat disayangkan sekali kekayaan Indonesia ini tidak
dipertahankan dengan maksimal. Sebagai masyarakat Indonesia kita harus
bangga akan kekayaan yang sangat berlimpah ini. tapi kenyataan terlihat
tidak, bahkan sebagian dari mereka merusak hutan dengan menebang pohon
sembarangan dan menangkap ikan dengan menggunakan bahan-bahan peledak
yang akan membunuh kehidupan ikan-ikan kecil.

Hal
ini juga diperparah oleh SDM di Indonesia khususnya para petinggi
negara yang menyalahgunakan uang negara (koruptor). hal ini menjadikan
bangsa Indonesia menjadi terpuruk, karena yang miskin menjadi makin
miskin dan yang kaya makin kaya bahkan makmur. Kesadaran perlu
diciptakan. Bangsa Indonesia harus bangkit dari keterpurukan dengan
sadar betul dan tetap menjaga apa yang sudah menjadi milik kita. Kita
harus menjadi bangsa yang besar, karena kita punya potensi untuk itu.
Mantan Gubernur Akademik TNI AL memberikan mata kuliah umum kelautan dihadapan ratusan mahasiswa
Tarumanegara. Sebagai negara maritim dengan laut yang lebih luas dari daratan, Indonesia sepatutnya menjadi negara yang kuat posisi kelautannya. Tetapi nyatanya keadaan itu bertolakbelakang dengan faktanya. Penduduk Indonesia bukannya semakin mencintai lautnya tetapi merusaknya dan tidak mengelolanya dengan baik, begitu juga peran pemerintah yang tidak banyak membantu. Dibandingkan negara lain yang kecil, potensi yang banyak dimiliki dan SDA yang melimpah di tanah Indonesia malah semakin memperburuk kondisi penduduknya karena dieksploitasi besar-besaran oleh pihak luar.
Kurangnya perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap besarnya negara ini terlihat saat Sipadan dan Lingitan diambil alih oleh Malaysia. Dua pulau dengan potensi kuat sebagai salah satu tempat penyelaman terindah di dunia. Sedikit demi sedikit garis pantai Indonesia digerus oleh negara lain, dan apa yang kita lakukan? Teriak dalam diam..
Mulai dari lingkungan sendiri
Program Nono Benahi Jakarta
Bakal Gubernur DKI Nono Sampono juga menerangkan program-program yang menjadi unggulannya untuk membenahi Jakarta. Mantan Komandan Korps Marinir ini mengatakan ada tujuh hal utama yang harus dibenahi di Jakarta, yakni masalah macet, banjir, tata lingkungan, kemajemukan masyarakat, kamtibmas, pemukiman, dan sampah.
Untuk mengatasi macet, program yang dicanangkan Nono tak jauh berbeda dengan program Fauzi Bowo seperti pengadaan mono rail, MRT, penggiliran kendaraan pribadi berdasarkan warna atau plat nomor, serta penerapan pajak progresif. “Untuk masalah banjir, harus ada pengendalian pemukiman seperti pembatasan pembangunan apartemen. Selain itu harus ada resapan air yang cukup seperti taman kota atau hutan kota,” ujar Nono beberapa waktu lalu.
Mengenai masalah kemajemukan warga, Nono menjelaskan hal ini harus didukung dengan jaminan keamanan di Jakarta. Menurutnya bila ada sedikit salah paham, bisa terjadi bentrok di Jakarta yang melibatkan multi etnis. “Semua suku di Indonesia ada di Jakarta. Kemajemukan ini harus menjadi perhatian agar Jakarta tetap aman dari pertikaian warga yang melibatkan multi etnis,” paparnya.
Sedangkan mengenai masalah Kamtibmas, Nono mengatakan dirinya sangat siap menjaga keamanan ibukota jika dipercaya menjadi Gubernur DKI. Menurutnya bekal pendidikan OJT Anti Teror yang didapatnya selama berdinas militer menjadi ilmu tersendiri bagaimana menjaga keamanan suatu wilayah dari serangan teror.
“Lalu bagaimana untuk menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)? Saya sering berdiskusi dengan para akademisi dan Bang Yos (sapaan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI) cara untuk meningkatkan PAD. Masa pemerintahan Bang Yos dulu tidak mudah menaikkan PAD dari sekitar Rp 1 triliun menjadi sekitar Rp 22 triliun saat diserahkan ke pak Foke. Mengingat kondisi Jakarta saat itu tidak begitu aman,” imbuhnya.
Bakal Gubernur DKI Nono Sampono juga menerangkan program-program yang menjadi unggulannya untuk membenahi Jakarta. Mantan Komandan Korps Marinir ini mengatakan ada tujuh hal utama yang harus dibenahi di Jakarta, yakni masalah macet, banjir, tata lingkungan, kemajemukan masyarakat, kamtibmas, pemukiman, dan sampah.
Untuk mengatasi macet, program yang dicanangkan Nono tak jauh berbeda dengan program Fauzi Bowo seperti pengadaan mono rail, MRT, penggiliran kendaraan pribadi berdasarkan warna atau plat nomor, serta penerapan pajak progresif. “Untuk masalah banjir, harus ada pengendalian pemukiman seperti pembatasan pembangunan apartemen. Selain itu harus ada resapan air yang cukup seperti taman kota atau hutan kota,” ujar Nono beberapa waktu lalu.
Mengenai masalah kemajemukan warga, Nono menjelaskan hal ini harus didukung dengan jaminan keamanan di Jakarta. Menurutnya bila ada sedikit salah paham, bisa terjadi bentrok di Jakarta yang melibatkan multi etnis. “Semua suku di Indonesia ada di Jakarta. Kemajemukan ini harus menjadi perhatian agar Jakarta tetap aman dari pertikaian warga yang melibatkan multi etnis,” paparnya.
Sedangkan mengenai masalah Kamtibmas, Nono mengatakan dirinya sangat siap menjaga keamanan ibukota jika dipercaya menjadi Gubernur DKI. Menurutnya bekal pendidikan OJT Anti Teror yang didapatnya selama berdinas militer menjadi ilmu tersendiri bagaimana menjaga keamanan suatu wilayah dari serangan teror.
“Lalu bagaimana untuk menaikkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)? Saya sering berdiskusi dengan para akademisi dan Bang Yos (sapaan Sutiyoso, mantan Gubernur DKI) cara untuk meningkatkan PAD. Masa pemerintahan Bang Yos dulu tidak mudah menaikkan PAD dari sekitar Rp 1 triliun menjadi sekitar Rp 22 triliun saat diserahkan ke pak Foke. Mengingat kondisi Jakarta saat itu tidak begitu aman,” imbuhnya.
Sumber:
http://www.jakartapress.com/detail/read/6704/kubu-nono-sampono-mulai-lakukan-gerilya
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1792966/nono-sampono-mulai-jaring-suara-pemilih-muda
http://www.tarumanagara.ac.id/read-isi_berita-ind-639.html Sumber foto:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGk3v4ZJOkXDqHo1GLnjbmC_RkC9HmXtSyJTCLePk0ZGiLOBmERtnfpp-bMXSzt86JC4shCq1Yh9759LbA8xIDMoxxT5Bai6t_iPwjKz_okRID1dR4um5yJNCaUTr8xAlAzBqAqkyhdhVo/s400/kekayaan+laut+indonesia.JPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdxK1xeUVcu1oC8izAsCbY5zeK4_OxEDnjw1CuL7U3N3hwyR3FvJl5CBe6qDVBnEobMKEyScvO8VBYc1MthwUqP2pQmLWDjtt-Eb3g9v2DwyCMGyxxOHkNvlXhSaGpArUeDsGeloJjflk/s1600/b_derawan2002_0423AH.JPG
http://sergaptkp.com/wp-content/uploads/2010/08/ki-sabdo1.jpg
http://nationalgeographic.co.id/files/interactive/22/22-wp.jpg
http://www.seputarforex.com/berita/photo/produksi_rumput_laut_indonesia_ditargetkan_10000000_ton_20110.jpeg



Tidak ada komentar:
Posting Komentar