Cari Blog Ini

Kamis, 06 Desember 2012

Penembakan Aktivis Perempuan Muda Malala Yousafzai di Pakistan

Dalam perjalanan pulang sehabis ujian pada tanggal 9 Oktober 2012, Malala dan teman-temannya menaiki bus sekolah yang mengantar anak-anak pulang ke rumah. Tiba-tiba di tengah perjalanan, seorang pria dengan topeng dan membawa senjata memberhentikan bus lalu menerjang masuk ke dalam. Dalam bus pria ini berteriak "Mana dari kalian yang bernama Malala? Bicaralah atau kalian semua akan saya tembak!" Seorang siswi menunjuk ke arah Malala, namun dengan cerdiknya Malala berbohong. Alhasil baik Malala dan temannya ditembak tepat di kepala dan kerongkongannya.

Malala langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit militer di Peshawar yang lokasinya masih di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Gadis muda ini sempat tidak sadarkan diri dan berada dalam kondisi kritis beberapa hari setelah penembakan itu terjadi.


Peluru dari senjata yang digunakan penembak Taliban masuk ke kepalanya dan merusak bagian kiri otaknya. Setelah proses operasi yang berlangsung selama 3 jam, peluru yang tersangkut di bagian bahu dekat tulang sumsumnya berhasil dikeluarkan.

Berdasarkan laporan BBC News pada 16 Oktober 2012, seminggu setelah aksi penembakan Malala oleh pria Taliban, ia dibawa ke Inggris dari Pakistan dengan ambulans udara United Arab Emirates. Malala dirawat di Rumah Sakit Queen Elizabeth yang terletak di  Birmingham, Inggris.


Siapakah Malala Yousafzai?
Malala adalah seorang gadis muda berumur 14 tahun yang berasal dari Kota Mingora, Kabupaten Swat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Aktivis muda ini aktif memperjuangkan hak wanita dalam bidang pendidikan.

Malala tinggal dan bersekolah di lingkungan yang dikuasai oleh Taliban, sebuah grup militan yang ingin menerapkan hukum Syariah di Pakistan. Taliban, yang dideskripsikan sebagai salah satu grup militan paling berbahaya di Pakistan, melarang perempuan untuk bersekolah. Mereka bahkan memaksa sekolah-sekolah perempuan untuk ditutup, jika tidak mereka akan menghancurkan sekolah-sekolah tersebut. Hal ini menarik Malala untuk memperjuangkan hak pendidikan para perempuan.

Ziauddin Yousafzai, ayah Malala, memiliki sebuah sekolah privat untuk perempuan berumur 14 tahun. Namun pada tahun 2009 Taliban membuat sebuah keputusan yang menyatakan bahwa perempuan harus berhenti sekolah. Ziauddin terpaksa membawa dirinya dan keluarganya bermalam di tempat yang berbeda-beda setiap hari agar ia bisa melindungi keluarganya dari serangan Taliban. Ziauddin juga dikenal sebagai aktivis Pakistan.

Pada awal 2009, Abdul Hai Kakkar, seorang wartawan BBC Urdu menanyakan Ziauddin apakah ada muridnya yang ingin menulis tentang kehidupan di bawah perintah Taliban. Aisha, seorang muridnya, dipilih oleh Ziauddin dan sempat menulis beberapa kali.

Sayangnya, tak lama kemudian orang tua Aisha melarangnya menulis lagi. Ini membuat Malala terpilih untuk menjadi pengganti Aisha walau saat itu ia baru berumur 11 tahun. Tulisan-tulisan Malala yang dimulai 3 Januari 2009 menarik perhatian dari seluruh penjuru dunia. Ia menulis dengan tangan sendiri tentang apa yang terjadi di sekitarnya.

Dalam setiap tulisannya ia menceritakan lingkungan hidupnya yang berada di tengah perang, namun tetap mengharapkan datangnya kedamaian suatu saat nanti. Malala juga meyakini Taliban tak akan bisa menghentikan setiap perempuan untuk mengenyam pendidikan.

Untuk menjaga keamanan Malala, setiap tulisannya ditulis dengan nama 'Gul Makai' yang berarti bunga jagung dalam bahasa Urdu. Pada 12 Maret 2009 Malala berhenti menulis dan tak lama kemudian Malala dan ayahnya ditawarkan Adam B. Ellick, wartawan New York Times, untuk membuat sebuah film dokumenter.

Pada 25 Oktober 2011 Malala diberikan nominasi dalam penghargaan 'International Children;s Peace Prize' oleh Desmond Tutu, seorang aktivis asal Afrika Selatan. Dua bulan kemudian, pada 19 Oktober 2011 gadis ini diberi penghargaan 'Pakistan's National Youth Peace Prize' oleh Perdana Menteri Yousaf Raza Gilani.

Perjalanan Malala Yousafzai telah membuka mata banyak orang akan berharganya hak wanita. Ia merupakan seorang gadis yang membuka jalur untuk harapan yang lebih baik.


Respon Pihak Taliban
Juru bicara Taliban, Ehsanullah Ehsan menyatakan Taliban bertanggung jawab atas penembakan tersebut. Menurut mereka, Malala merupakan simbol kekafiran dan jika upaya pembunuhan Malala tidak berhasil, maka ia dan anggota Taliban akan melakukan penyerangan lagi.

"Kami tidak berupaya untuk membunuh Malala karena keinginannya untuk memajukan hak wanita dalam bidang pendidikan. Kami berupaya untuk membunuh Malala karena sifatnya yang melawan mujahidin dan perangnya," ujar Ehsanullah.

"Di dalam Al-Qur'an dinyatakan siapa yang menentang Islam harus dibunuh, sekalinya pun ialah seorang anak," ujarnya. Ehsanullah menambahkan, upaya pembunuhan Malala Yousafzai juga merupakan penerapan Al Qur'an.

Perdana Menteri Pakistan Raja Pervez Ashraf mengatakan. "Ini bukan kejahatan terhadap individu namun kejahatan terhadap kemanusiaan dan serangan atas nilai-nilai nasional dan sosial kita." Pemimpin Pakistan ini menyerukan kepada rakyatnya untuk bersatu memerangi ekstremisme.


Pendapat Para Tokoh
Upaya pembunuhan terhadap aktivis muda ini mendatangkan keprihatinan dan simpati banyak orang, termasuk para selebritas, aktivis lainnya, bahkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton.

"Malala telah menjadi seorang yang sangat berani untuk membela dan memperjuangkan hak wanita," ucap Hillary Clinton dalam pertemuan Girl Scouts of the USA.

Madonna, dalam konsernya di Staples Center, LA, 10 Oktober 2012, bahkan mendedikasikan lagu Human Nature untuk Malala. "Hal ini sungguh  membuat saya ingin menangis. Gadis berumur 14 tahun ini yang menulis blog tentang keinginannya untuk bersekolah. Dia sedang menaiki sebuah bus dihentikan oleh Taliban dan ditembak. Apakah kalian sadar betapa gilanya perbuatan itu? Dukunlah pendidikan! Dukunglah kaum wanita!" ujar Madonna kepada 18 ribu penontonnya malam itu.

Adapun aktris cantik Angelina Jolie, mengutarakan pendapatnya dalam sebuah artikel yang ia tulis di The Daily Beast pada 16 Oktober 2012. "Saya adalah Malala." Ia turut mendukung gerakan Malala dalam memperjuangkan hak wanita dalam pendidikan ini.


Malala Yousafzai juga dinominasikan menjadi salah satu Person of the Year 2012 bersama dengan orang-orang berpengaruh lainnya di dunia, yang nantinya akan dipilih oleh editor majalah Time.






Sumber:
http://202.158.52.213/read/news/2012/10/18/115436389/Kata-Taliban-Soal-Penembakan-Malala-Yousafzai
http://www.memobee.com/index.php?do=c.every_body_is_journalist&idej=6401
http://www.spdi.eu/perjuangan-malala-yousafzai-melawan-luka-tembak/
http://www.spdi.eu/siapakah-malala-yousafzai/
http://202.158.52.213/read/news/2012/10/17/115436335/Pendapat-Para-Tokoh-Tentang-Malala
http://news.detik.com/read/2012/10/13/153728/2061867/1148/?992204topnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar